وَاِذْ قَالَ اِبْرٰهٖمُ رَبِّ اجْعَلْ هٰذَا بَلَدًا اٰمِنًا وَّارْزُقْ اَهْلَهٗ مِنَ الثَّمَرٰتِ مَنْ اٰمَنَ مِنْهُمْ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ قَالَ وَمَنْ كَفَرَ فَاُمَتِّعُهٗ قَلِيْلًا ثُمَّ اَضْطَرُّهٗٓ اِلٰى عَذَابِ النَّارِۗ وَبِئْسَ الْمَصِيْرُ
(Ingatlah) ketika Ibrahim berdoa, “Ya Tuhanku, jadikanlah (negeri Makkah) ini negeri yang aman dan berilah rezeki berupa buah-buahan (hasil tanaman, tumbuhan yang bisa dimakan) kepada penduduknya, yaitu orang yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari Akhir” Dia (Allah) berfirman, “Siapa yang kufur akan Aku beri kesenangan sementara, kemudian akan Aku paksa dia ke dalam azab neraka. Itulah seburukburuk tempat kembali.” (OS. Al-Bagarah (2): 126)
Nusantara Showbiz — Usai momentum doa bersama yang digelar pada 17 Oktober 2025 lalu, Ustazah Bahijah Hamid kembali mengajak masyarakat Indonesia untuk terus
menghidupkan tradisi munajat bersama demi keselamatan bangsa dan negara. Pada tanggal tersebut, bertepatan dengan hari kelahiran Bapak Presiden Prabowo Subianto Hafidzahullah, doa dan khataman Al-Our’an telah dipanjatkan sejak sebelum matahari terbit.
Kegiatan itu dipersembahkan sebagai bentuk dukungan spiritual bagi kepemimpinan nasional. Acara yang diadakan di Toko Alhamd Carpet Radio Dalam tersebut diinisiasi oleh Bapak Malik Mahboob Ahmad dan tokoh masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap kekuatan doa sebagai landasan bangsa. Menurut Ustazah Bahijah Hamid, kegiatan tersebut bukan sekedar seremoni, melainkan bagian dari ikhtiar spiritual untuk memohon perlindungan Allah SWT bagi Presiden, jajaran pemerintahan, serta seluruh rakyat Indonesia.
la menegaskan bahwa doa, dzikir, istighfar, dan sholawat adalah amalan yang memiliki dampak besar dalam kehidupan berbangsa. Doa rakyat untuk pemimpin dan doa pemimpin untuk rakyat merupakan hubungan spiritual yang saling menguatkan.
Ustazah Bahijah Hamid juga mengajak masyarakat untuk tidak membatasi doa hanya pada saat-saat tertentu. Ia berharap setiap umat Islam menyisipkan doa untuk Presiden dan bangsa dalam setiap shalat.
Selain itu, ia mendorong agar kegiatan doa bersama dapat dilakukan di berbagai daerah tanpa kecuali. Tempat ibadah, lembaga pendidikan, dan kantor pemerintahan dapat menjadi pusat munajat demi kemakmuran Indonesia.
la mengingatkan bahwa bangsa Indonesia menghadapi berbagai tantangan, baik ekonomi, sosial, maupun global. Oleh karena itu, diperlukan kekuatan lahir dan batin untuk menjaga stabilitas dan persatuan. Harapannya, melalui doa yang berkesinambungan, Indonesia dijauhkan dari musibah, perpecahan, serta berbagai kesulitan yang tidak diinginkan, dan sebaliknya diberi keberkahan dan kesejahteraan.
Di akhir seruannya, Ustazah Bahijah Hamid kembali mendoakan agar Indonesia menjadi negeri yang aman, tenteram, dan makmur — sebuah baladatun thayyibatun wa rabbun ghafur — serta para pemimpinnya senantiasa diberikan taufik dan hidayah dalam menjalankan amanah.
