Agnez Mo dan Ari Bias Konflik Ini Penjelasan Piyu Tentang Perbedaan Izin dan Royalti Yang JadiPemicu

 

NUSANTARA SHOWBIZ  Ketua Umum Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI), Satrio Yudi Wahono atau yang lebih dikenal sebagai Piyu, buka suara mengenai konflik royalti yang melibatkan musisi Ari Bias dan penyanyi Agnez Mo. Dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, pada Senin (15/2/2025), Piyu mengungkapkan bahwa polemik ini muncul akibat kurangnya pemahaman terkait perbedaan antara izin dan royalti dalam penggunaan lagu.

“Yang harus kita pahami adalah izin dan royalti adalah hal yang berbeda,” tegas Piyu di hadapan awak media.

Menurut Piyu, izin adalah langkah awal yang harus dilakukan oleh musisi atau pihak penyelenggara sebelum membawakan lagu milik orang lain, khususnya dalam acara komersial. Ia menyayangkan bahwa praktik ini kerap diabaikan di industri musik Indonesia.

“Ketika seseorang ingin membawakan atau menampilkan lagu milik pencipta lain dalam sebuah pertunjukan, mereka wajib mendapatkan izin atau lisensi terlebih dahulu. Sayangnya, hal ini tidak pernah dilakukan dengan benar selama berpuluh-puluh tahun,” jelasnya.

Pernyataan Piyu ini merujuk pada kasus pelanggaran hak cipta yang melibatkan lagu Bilang Saja karya Ari Bias. Lagu tersebut diketahui dibawakan oleh Agnez Mo dalam tiga konser tanpa persetujuan resmi dari penciptanya.

“Pengadilan Niaga Jakarta Pusat telah memutuskan bahwa Agnez Mo terbukti melakukan pelanggaran hak cipta dengan menggunakan lagu Bilang Saja secara komersial tanpa izin penciptanya, Ari Bias,” ujar Piyu.

 

Akibat pelanggaran tersebut, pengadilan memerintahkan Agnez Mo untuk membayar denda sebesar Rp1,5 miliar kepada Ari Bias. Proses hukum ini memakan waktu hingga 1,5 tahun, dan AKSI turut memantau serta mengawal jalannya perkara untuk memastikan hak pencipta lagu terlindungi.

“Kami sebagai asosiasi yang menaungi para pencipta lagu di Indonesia mengetahui dan turut mengawal kasus ini sejak awal hingga adanya putusan dari pengadilan,” tuturnya.

Piyu berharap kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh pelaku industri musik untuk lebih memahami pentingnya menghormati hak cipta. Ia menekankan bahwa edukasi mengenai izin dan royalti harus terus ditingkatkan agar konflik serupa tidak kembali terjadi di masa depan.

 

Saksikan juga video video ter update di kanal youtube Nusantara Showbiz

https://www.youtube.com/@Nusantarashowbiz

( Mfir-Mput)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *